Marah dan mengontrol emosi
Setiap orang pasti pernah marah. Marah adalah luapan emosi
yang alami dari setiap individu yang hidup. Kita sebagai manusia
diberkahi dengan otak, perasaan dan ajaran agama yang mengajarkan kita
tentang MARAH dan mengontrol emosi. Sudah sepantasnya kita untuk belajar untuk mengontrol emosi terutama pada saat marah.
Saya bukanlah orang yang bisa mengontrol emosi, saya juga manusia
yang mudah marah dan terpancing emosinya jika menghadapi perlakuan yang tidak
sewajarnya dari orang lain (dalam artian negatif). Jika ada yang bilang bahwa usia seseorang mempengaruhi tingkat kedewasaan seseorang, saya rasa itu tidak benar. Banyak dilingkungan kita, orang yang sudah uzur (bener nga nih tulisannya?), masih saja berkelakuan kekanakan dan tidak bijaksana dalam tindakannya. Maaf, saya juga bukan membenarkan kaum muda untuk bertindak seenaknya lho.
Pagi ini saya mendapatkan sharing yang bagus tentang mengontrol emosi dan efek dari emosi sesaat bagi kita. Saya harap sharing ini dapat saya berguna bagi anda, agar kita bersama sama dapat tumbuh menjadi pribadi yang dewasa.
Ketika amarah datang dan emosi dilampiaskan, perhatikan : orang lain juga punya perasaan dan dapat tersakiti dengan emosi yang anda lampiaskan. Baik dengan perkataan ataupun tindakan anda. Apakah luka yang anda timbulkan dengan emosi itu dapat dengan segera dilupakan atau dimaafkan oleh orang lain? Belum tentu. Apakah anda bisa melupakan dan memaafkan orang yang melukai anda? Kapan anda terakhir berhubungan dengan orang yang menyakiti hati anda? Apa yang anda dapatkan dengan meluapkan emosi anda kepada orang lain?
Berikut adalah sedikit banyak yang dapat dilakukan pada saat marah:
1. Diam Sejenak
Sebelum anda mengeluarkan perkataan yang akan disesali di kemudian hari. Lebih baik anda diam sejenak menenangkan hati dan pikiran anda. Ada pepatah yang saya dapatkan dari acara DaaiTV : "Seseorang yang baik adalah orang yang memiliki pikiran yang baik, hati yang baik, melakukan hal yang baik, berbicara dengan baik dan berjalan di jalan yang benar." Coba anda ulang pernyataan diatas kapanpun dan dimanapun anda berada. Semoga dapat membantu anda menenangkan emosi anda pada saat amarah datang.
2. Olah raga dan bekerja
Daripada melampiaskan amarah dengan membanting barang atau merusak barang yang nantinya akan kamu sesali (banting HP, Pintu, Kulkas, Lemari) lebih baik gunakan amarah kamu untuk melakukan olahraga(lari keliling kampung atau keliling komplek, badan jadi sehat dan lebih enak dipandang, dan siapa tau ketemu duit jatoh dijalan :P ) atau bersih bersih rumah, cabut rumput(sapa tau lagi neh, kerjaan kita dihargai dengan dapat imbalan dari orang rumah).
3. Berpikir Positif
Jika dilihat dari sisi anda, anda merasa dirugikan dan di tempatkan pada posisi yang sulit. Tapi cobalah untuk tenang sehingga anda dapat mengerti dan memahami dengan jernih masalah yang dihadapi. Intinya, Jangan biarkan anda dikendalikan emosi orang lain (orang yang memancing emosi anda). Biarkan mereka yang memancing emosi anda tidak mendapatkan apa yang mereka harapkan ( marah dan membuat kesalahan fatal). Terkadang dengan berpikir bahwa "Hanya anak anak yang melampiaskan kemarahannya dengan marah marah, membanting barang atau teriak, tapi orang dewasa dapat mengontrol emosinya dalam mengghadapi masalah dengan berkompromi" dapat membuat anda terpacu untuk menjadi berkepribadian dewasa.
4. Lupakan
Hal yang satu ini mudah diucapkan tapi sulit dilaksanakan. Dengan melupakan kesalahan orang lain, maka akan membuat anda lebih bahagia. Ada pernyataan bahwa: "Orang yang menanam kebencian dihatinya akan mencari cari kesalahan dari seseorang yang dibencinya". ---Wah Cape deh... Mari kita bersama sama belajar untuk melupakan kesalahan orang lain yang dapat membantu kita bertumbuh menjadi pribadi yang baik dalam menjalani kehidupan kita.
Semoga bermanfaat.. God Bless You..
No comments:
Post a Comment