Wednesday, February 25, 2015
Aqua Aqua
Mungkin anda pernah mengalami hal yang sama dengan saya. Dan apakah yang saya lakukan ini benar atau salah? Saya emosi, saya marah, saya butuh minum... Mas mba, ibu bapak dan saudara saudariku sekalian..., saya butuh air minum.
Kemaren saya melakukan hal yang ekstrim karena butuh air minum. Begini loh kejadiannya...
Saya dan suami sama sama orang kantoran dan kami memiliki seorang putra yang masih berumur 2 tahun(2 minggu lalu masih 1 tahun). Ketika kami pulang ke apartemen (kami tidak memiliki asisten rumah tangga) sekitar pukul 21.00, kami baru sadar bahwa kami tidak punya air untuk di minum di malam hari. Dan suami saya pun pergi membeli Aqua galon dan 2 botol Aqua botol 1.5 liter, dengan Aqua galon yang dijanjikan akan diantarkan keesokan harinya. Dikarenakan satu dan lain hal, kami tidak balik ke apartemen selama 2 hari. Dan pada malam berikutnya, jreng jreng jreng..., di depan pintu kamar apartemen kami menemukan ada Aqua galon yang masih dengan isi nya. Coba pikir, "Kalau Aqua galon ini diambil orang lain, saya pasti akan minta pertanggungjawaban dari penjualnya, karena saya tidak merasa menerima Aqua galon secara langsung dari penjualnya". Apakah anda kecewa jika anda beli aqua galon dan mendapati Aqua nya di letakkan saja di depan pintu kamar anda. Saya mencoba diamkan saja, dan menunggu si penjual untuk meminta Aqua galon kosongnya ke kamar apartemen saya. Dan sampai kemaren malam Aqua galon yang harusnya di kembalikan tidak dimintai sama penjualnya.
Dan saya masih memberikan satu kesempatan lagi ke penjualnya.
Kemaren saya beli aqua galon pada jam yang hampir sama dengan 2 minggu lalu. Awalnya si penjual tidak mau mengantarkan Aqua galon ,tapi saya infoin kepenjual bahwa saya yang beli Aqua galon yang Aquanya diletakkan saja di depan pintu kamar. Dan penjualnya hanya senyum senyum tanpa minta maaf. Saya kecewa, dan lebih mengherankannya lagi ketika saya minta agar dianterkan ke kamar saya, si penjual bilang lupa dimana kamar yang Aqua galon bekasnya belum diambil. Tapi kali ini, penjualnya bilang akan mengantar ke kamar saya sebelum toko tutup. Dengan sabar saya menunggu si penjual di kamar, dan anak saya yang sudah mengantukpun menjadi tumbal tidak bisa tidur. Ternyata..., saya tunggu tunggu sampai jam 22 lewat tetap tidak ada yang mengantarkan Aqua galon dan sayapun mampir kembali ke toko tersebut dan mendapati bahwa tokonya sudah tutup.
Kecewa, marah dan semua perasaan saya campur aduk. Jika tidak bisa diantar lebih baik jujur dan saya akan beli Aqua botol dulu untuk malam ini.
Saya melihat Aqua galon nya ada di depan toko dan saya langsung mengangkat Aqua galon tersebut dan menaikkannya ke troli barang. Trolinya tidak bekerja sama dengan saya. Berat dan tidak mau jalan. Tambah marah, lebih lebih lagi karena saya membelinya di tower dimana saya tidak punya kartu akses untuk masuk ke tower tersebut. Saya mulai kedor2 pintu, tapi satpam yang berada di depan tower tidak mendengar ketokan saya. Untungnya tidak terlalu lama ada penghuni yang turun dari lift dan membantu saya membukakan pintu sehingga saya dapat keluar.
Nah kali ini kebetulan, saya melihat troli belanjaan yang ada di samping pak Satpam dan saya yang marah berinisiatif meminjam troli tersebut untuk membawa Aqua galon yang sudah saya bayar ke kamar saya. Dan kembali mengembalikan troli ke Satpam.
Saya penasaran, apakah si penjual akan sadar sudah kehilangan satu Aqua galonnya? Kemaren karena baiknya saya berpesan kepada Satpam untuk memberitahukan si penjual jika Aqua galon yang seharusnya dianter malam malam sudah diambil sama pemiliknya. Kali ini jika si penjual tidak datang ke kamar ane dan minta maaf, Ane jual juga Aqua galon bekasnya. Lumayan...buat beli Aqua galon lagi, hahaha
Jangan jangan si penjual tidak sadar ada barangnya yang berkurang...
Penjual yang saya maksud adalah sebuah toko waralaba yang dikenal umum ada di setiap sudut jakarta. A_f_M_r_ . Saya tidak menyalahkan toko ini, yang saya sesalkan tingkah karyawannya. Setiap toko dinilai dari sikap karyawan yang bekerja disana. Apabila karyawannya ada yang bertingkah seperti ini, apa tidak merusak omzet toko tersebut.
Dengan begitu banyaknya toko yang ada saat ini, terutama di Jakarta memudahkan pembeli untuk memilih membeli di tempat yang disukainya. Mungkin itu karena kesopanan dan pelayanan yang baik dari karyawannya, harganya, kebersihan toko dan bahkan kelengkapan nya.
Kesempatan itu sudah habis... Kali ini saya tidak akan mau membeli Aqua galon di A yang sama.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment